Selebriti

Jennie BLACKPINK Dihujat Body Shaming Usai Solo di Lollapalooza


Ringkasan: Jennie BLACKPINK menjadi headliner Lollapalooza Chicago 2026 pada 2 Agustus, tampil solo untuk pertama kalinya di festival tersebut. Di tengah pujian atas penampilan panggungnya, sejumlah warganet melontarkan komentar negatif soal bentuk tubuhnya, sementara media seperti Chicago Sun-Times juga mengkritik sisi teknis pertunjukannya.

Apa yang Terjadi pada Jennie BLACKPINK di Lollapalooza 2026?

Jennie BLACKPINK Dihujat Body Shaming Usai Solo di Lollapalooza

Jennie BLACKPINK dihujat body shaming setelah tampil sebagai headliner solo di Lollapalooza Chicago 2026 pada 2 Agustus. Sejumlah warganet mengomentari bentuk tubuhnya secara negatif di video-video penampilannya yang beredar di media sosial, meski banyak juga penggemar yang memuji penampilan panggungnya.

Kronologi: Debut Solo Jennie di Lollapalooza

Jennie BLACKPINK Dihujat Body Shaming Usai Solo di Lollapalooza

Jennie tampil di Lollapalooza Chicago pada 1–3 Agustus 2026, membawakan lagu-lagu yang sudah rilis sekaligus beberapa lagu baru dari album mendatang, termasuk “Fallen Angel”, “Sweet Tooth”, “Heaven”, dan “Lock It Down”. Ini merupakan debut Jennie di festival tersebut sekaligus penampilan headliner solo pertamanya di sana.

Di atas panggung, Jennie mengenakan atasan bikini dipadukan jaket dan celana panjang, dengan beberapa kali pergantian kostum selama pertunjukan. Video-video penampilannya — termasuk saat membawakan “Seoul City” — dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat pujian dari sebagian besar penggemar atas vokal dan penampilannya di panggung.

Namun di sela-sela pujian tersebut, muncul gelombang komentar bernada negatif yang menyasar bentuk tubuh Jennie, khususnya postur tubuhnya yang terlihat lebih ramping di beberapa cuplikan video saat menari.

Kritik Media: Chicago Sun-Times Soroti Sisi Teknis Panggung

Jennie BLACKPINK Dihujat Body Shaming Usai Solo di Lollapalooza

Selain soal body shaming, penampilan Jennie juga mendapat ulasan tajam dari Chicago Sun-Times. Media lokal itu mengakui ada momen-momen Jennie tampil menonjol, namun secara keseluruhan menilai penampilannya kurang maksimal dibanding saat ia tampil bersama BLACKPINK sebagai grup.

Sun-Times menyoroti bahwa panggung utama yang besar, jumlah penari latar yang banyak, serta beberapa panggung penunjang membuat Jennie tampak kurang menonjol dibanding saat tampil berkelompok. Media itu juga mencatat masalah keseimbangan mixing suara yang membuat sebagian vokalnya terdengar datar, termasuk saat membawakan “Dracula” bersama rekaman vokal Kevin Parker dari Tame Impala, yang menurut ulasan tersebut terdengar seperti karaoke. Publikasi itu turut mencatat bahwa jumlah penonton di panggung Jennie relatif lebih sedikit karena bersaing langsung dengan penampilan headliner lain, Olivia Dean, di panggung berbeda pada Grant Park.

Isu soal kualitas vokal live ini turut menjadi perbincangan terpisah di media Korea dan Asia, dengan sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan autotune saat penampilan berlangsung.

Reaksi Publik: Pembelaan Fans di Tengah Komentar Negatif

Di tengah komentar body shaming yang beredar, banyak penggemar tampil membela Jennie. Mereka menyoroti bahwa komentar soal bentuk tubuh idol perempuan — apalagi yang tampil solo di panggung besar seperti Lollapalooza — kerap muncul berulang kali di industri hiburan, terlepas dari kualitas penampilan itu sendiri.

Bukan Kali Pertama: Pola Body Shaming yang Berulang

Jennie BLACKPINK Dihujat Body Shaming Usai Solo di Lollapalooza

Insiden Lollapalooza ini bukan kejadian pertama Jennie menghadapi komentar soal fisiknya di tahun 2026. Pada April 2026, sebuah video “tanpa edit” dari momen Jennie bersama TikToker Harry Daniels di Coachella — festival yang juga jadi ajang para musisi global tampil, seperti yang pernah dibahas dalam ulasan efek Coachella terhadap comeback album Justin Bieber — turut memicu komentar negatif soal bentuk kakinya yang terlihat besar di sudut kamera tertentu. Video itu kemudian dihapus, yang justru memicu spekulasi dan gelombang komentar tambahan.

Pola ini menunjukkan bahwa sorotan terhadap fisik idol perempuan, terutama saat tampil di panggung internasional besar, cenderung berulang setiap kali mereka jadi headliner atau tampil solo — mirip dengan sorotan publik yang juga dialami sejumlah figur hiburan global lain, dari kontroversi hukum yang menyeret Dua Lipa dan gugatannya terhadap Samsung hingga sorotan penampilan publik seperti absennya Zendaya dan Meryl Streep di Met Gala 2026.

Konteks: Tahun Besar Jennie sebagai Solois Global

2026 menjadi tahun penting bagi Jennie sebagai solois. Sepanjang tahun ini ia tampil di sejumlah panggung internasional besar, mulai dari ComplexCon Hong Kong pada Maret, Coachella pada April, Governors Ball di New York pada Juni, Mad Cool Festival di Madrid pada Juli, hingga Lollapalooza Chicago pada Agustus. Ia juga dijadwalkan tampil di Summer Sonic Tokyo dan Osaka pada pertengahan Agustus. Di luar panggung musik, Jennie masuk daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh versi majalah TIME 2026 untuk kategori seniman.

Posisi Jennie sebagai salah satu solois K-pop perempuan pertama yang menjadi headliner festival musik besar di Amerika Serikat membuat setiap penampilannya — dari panggung musik internasional hingga festival lokal seperti Java Jazz 2026 di PIK 2 — mendapat sorotan lebih besar dibanding saat ia tampil sebagai bagian dari grup.

FAQ — Jennie BLACKPINK dan Body Shaming di Lollapalooza

Apa itu insiden body shaming Jennie di Lollapalooza 2026?

Insiden ini merujuk pada gelombang komentar negatif soal bentuk tubuh Jennie yang muncul di media sosial usai penampilan solonya sebagai headliner Lollapalooza Chicago pada 2 Agustus 2026.

Bagaimana media merespons penampilan Jennie di Lollapalooza?

1. Sebagian media hiburan seperti Koreaboo melaporkan pembelaan fans terhadap Jennie atas body shaming yang ia terima.
2. Chicago Sun-Times menulis ulasan kritis soal sisi teknis panggung, termasuk kualitas mixing suara.
3. Media Korea dan Asia turut menyoroti perdebatan soal kualitas vokal live-nya.

Apakah ini pertama kalinya Jennie menghadapi body shaming?

Bukan. Pada April 2026, Jennie juga sempat menghadapi komentar serupa usai sebuah video “tanpa edit” dari Coachella beredar dan kemudian dihapus dari media sosial.