Blog

Los Angeles Makin Ricuh: Gubernur California Gugat Trump atas Penempatan Militer Tanpa Izin

samsguesthouse.com, 12 MEI 2025

Penulis: Riyan Wicaksono

Editor: Muhammad Kadafi

Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88  

 

Los Angeles Makin Ricuh, Gubernur California Gugat Trump    

Pada awal Juni 2025, kota Los Angeles, California, menjadi pusat kerusuhan yang dipicu oleh operasi penegakan imigrasi besar-besaran oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) di bawah administrasi Presiden Donald Trump yang baru dilantik untuk masa jabatan keduanya. Protes yang awalnya damai berubah menjadi bentrokan kekerasan antara demonstran, polisi, dan pasukan federal, termasuk Garda Nasional California (CalGuard) yang difederalkan tanpa persetujuan Gubernur Gavin Newsom. Langkah Trump untuk mengerahkan 2.000 hingga 4.000 anggota Garda Nasional dan rencana pengiriman 700 Marinir dari Camp Pendleton memicu ketegangan politik yang signifikan, memuncak pada gugatan hukum oleh Newsom dan Jaksa Agung California Rob Bonta terhadap Trump, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Departemen Pertahanan.

Gugatan ini menuduh administrasi Trump melanggar Konstitusi Amerika Serikat, Amandemen Kesepuluh, dan Undang-Undang Posse Comitatus 1878, serta melanggar prosedur hukum untuk memfederalkan Garda Nasional berdasarkan 10 U.S.C. § 12406. Kerusuhan di Los Angeles, yang oleh beberapa media seperti Fox News disebut sebagai “kerusuhan” dan oleh Newsom sebagai “krisis yang dibuat-buat” oleh Trump, telah memecah belah opini publik dan memicu debat nasional tentang kewenangan federal versus negara bagian, penggunaan militer dalam urusan domestik, dan kebijakan imigrasi yang agresif. Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang latar belakang kerusuhan, kronologi peristiwa, isi gugatan, respons pihak-pihak terkait, dan dampaknya terhadap politik dan masyarakat Amerika, berdasarkan sumber terpercaya seperti situs resmi Gubernur California, Reuters, The Washington Post, dan BBC.


Latar Belakang Kerusuhan Los Angeles

Kebijakan Imigrasi Trump

Sejak dilantik pada Januari 2025, Presiden Trump memprioritaskan kebijakan imigrasi yang keras, termasuk janji untuk melakukan deportasi massal terbesar dalam sejarah AS. Menurut Reuters, administrasi Trump menetapkan target penahanan 3.000 migran per hari oleh ICE, yang mencakup operasi razia di kota-kota besar seperti Los Angeles. Pada 6 Juni 2025, ICE memulai operasi penegakan imigrasi di Los Angeles tanpa memberi tahu otoritas lokal, menargetkan penduduk tanpa dokumen serta beberapa warga legal, termasuk pemegang green card. Tindakan ini memicu protes spontan di berbagai lokasi, termasuk di depan Edward R. Roybal Federal Building, yang menampung pusat penahanan imigrasi, dan di Paramount, California, di mana bentrokan pertama terjadi.

Protes dan Eskalasi

Protes dimulai pada 6 Juni 2025, setelah laporan menyebar melalui media sosial bahwa ICE melakukan razia tanpa pemberitahuan. Menurut The Washington Post, demonstrasi awalnya damai, dengan ratusan warga Los Angeles berkumpul untuk mengecam tindakan ICE. Namun, situasi memanas pada 7 Juni ketika demonstran bentrok dengan polisi di Paramount, dengan laporan tentang pelemparan batu dan botol ke arah petugas. Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menggunakan munisi kurang mematikan seperti gas air mata, peluru karet, dan proyektil busa keras untuk membubarkan kerumunan, yang menyebabkan cedera, termasuk pada seorang jurnalis Australia, Lauren Tomasi, yang tertembak peluru karet pada 8 Juni.

Pada 8 Juni, Trump menandatangani memorandum presiden untuk memfederalkan 2.000 anggota Garda Nasional California dan mengerahkan mereka ke Los Angeles untuk “melindungi properti dan personel federal,” menurut CNN Politics. Langkah ini diambil tanpa konsultasi dengan Gubernur Newsom, yang merupakan pelanggaran terhadap prosedur hukum yang mengharuskan persetujuan gubernur untuk memfederalkan Garda Nasional. Trump juga mengancam akan mengerahkan 500 hingga 700 Marinir aktif dari Camp Pendleton jika kekerasan berlanjut, sebuah langkah yang dikecam oleh Newsom sebagai “tindakan tidak Amerika” dan “fantasi diktator.” Pada 9 Juni, jumlah pasukan Garda Nasional meningkat menjadi 4.000, dengan tambahan 700 Marinir dikirim pada 10 Juni, memperburuk ketegangan.

Kondisi di Lapangan

Menurut BBC dan The New York Times, protes menyebar ke berbagai wilayah Los Angeles, termasuk Compton, Skid Row, dan L.A. Live, sebuah kompleks hiburan di pusat kota. Beberapa insiden kekerasan dilaporkan, termasuk pembakaran mobil dan sampah pada 8 Juni, serta deklarasi perakitan tidak sah oleh LAPD pada malam yang sama. Departemen Sheriff Los Angeles, di bawah Sheriff Robert Luna, mulai menyelidiki apakah ada “organisasi luar” atau “pengacau profesional” di balik kerusuhan, meskipun klaim ini belum terverifikasi. Protes juga menyebar ke kota lain seperti San Francisco, Dallas, Austin, dan New York, meskipun berskala lebih kecil dan sebagian besar damai.


Gugatan Hukum Gubernur Newsom

  Los Angeles Makin Ricuh, Gubernur California Gugat Trump    

Dasar Hukum

Pada 9 Juni 2025, Gubernur Newsom mengumumkan rencana untuk mengajukan gugatan terhadap administrasi Trump, yang secara resmi diajukan pada 10 Juni di pengadilan federal di San Francisco. Gugatan ini, yang didukung oleh Jaksa Agung Rob Bonta, menamakan Presiden Trump, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Departemen Pertahanan sebagai tergugat. Menurut situs resmi Gubernur California, gugatan ini berargumen bahwa penempatan Garda Nasional dan Marinir melanggar beberapa hukum dan prinsip konstitusional:

  1. Pelanggaran 10 U.S.C. § 12406: Undang-undang ini mengharuskan persetujuan gubernur untuk memfederalkan Garda Nasional. Newsom tidak diberi kesempatan untuk menyetujui atau menolak perintah Trump, yang merupakan pelanggaran prosedur hukum.

  2. Amandemen Kesepuluh: Gugatan menuduh bahwa federalisasi Garda Nasional tanpa persetujuan gubernur melanggar kedaulatan negara bagian, karena Garda Nasional adalah sumber daya negara bagian di bawah komando gubernur kecuali difederalkan dengan benar.

  3. Undang-Undang Posse Comitatus 1878: Undang-undang ini membatasi penggunaan militer federal untuk penegakan hukum sipil di AS. Newsom berargumen bahwa penggunaan Garda Nasional dan Marinir untuk mengendalikan protes melanggar batasan ini, karena mereka hanya boleh melindungi properti federal, bukan menangkap demonstran.

  4. Pelanggaran Konstitusi: Gugatan menyatakan bahwa tindakan Trump melebihi kewenangan eksekutif di bawah Title 10, yang mengatur penggunaan militer, dan merupakan “langkah menuju otoritarianisme” dengan mengabaikan pemisahan kekuasaan.

Gugatan meminta pengadilan untuk:

  • Membatalkan perintah federalisasi Garda Nasional.

  • Mengembalikan kendali CalGuard kepada Newsom.

  • Mencegah pengerahan Marinir untuk penegakan hukum sipil.

  • Mengharuskan Trump dan Hegseth mengikuti prosedur hukum untuk setiap tindakan serupa di masa depan.

Pada 11 Juni, Newsom mengajukan mosi darurat untuk segera memblokir penempatan militer, dengan alasan bahwa tindakan Trump “mengubah militer AS melawan warga Amerika.” Sidang federal dijadwalkan pada 12 Juni untuk meninjau permintaan California.

Argumen Newsom

Newsom dan Bonta berargumen bahwa kerusuhan di Los Angeles tidak memenuhi kriteria untuk intervensi federal. Menurut TIME, Newsom menyatakan bahwa situasinya “jauh dari pemberontakan” dan dapat dikendalikan oleh otoritas lokal, seperti LAPD dan Sheriff Los Angeles, yang merupakan salah satu departemen kepolisian terbesar di AS. Newsom menuduh Trump “membuat krisis” untuk kepentingan politik, dengan sengaja memicu ketegangan melalui retorika inflamasi dan tindakan militer yang tidak perlu. Dalam wawancara dengan MSNBC pada 8 Juni, Newsom menyebut tindakan Trump “ilegal, tidak bermoral, dan inkonstitusional,” menambahkan bahwa federalisasi Garda Nasional telah menghilangkan sumber daya penting California untuk menangani keadaan darurat lainnya, seperti kebakaran hutan Januari 2025 di Los Angeles.

Newsom juga mengkritik kondisi pasukan Garda Nasional yang difederalkan, mencatat bahwa dari 2.000 pasukan awal, hanya sekitar 300 yang dikerahkan, sementara sisanya “duduk tanpa perintah, tanpa makanan atau air, di gedung federal.” Dalam unggahan di X pada 9 Juni, ia membagikan gambar dari San Francisco Chronicle yang menunjukkan pasukan tidur di lantai, menuduh Trump menggunakan mereka sebagai “alat politik” untuk “membangkitkan ego presiden yang berbahaya.”


Respons Administrasi Trump

  Bentrokan pecah di Los Angeles, Trump kerahkan tentara - CNA.id: Berita  Indonesia, Asia dan Dunia    

Pembelaan Trump

Trump membela pengerahan militer dalam unggahan di Truth Social pada 9 Juni, menyatakan bahwa Garda Nasional mencegah Los Angeles “hancur total” oleh “kerusuhan yang diinstigasi.” Ia menyebut Newsom dan Wali Kota Los Angeles Karen Bass sebagai “inkompeten” dan menuntut agar mereka berterima kasih kepadanya atas tindakannya. Trump juga menyebut protes sebagai “pemberontakan” terhadap AS, meskipun belum mengundang Undang-Undang Insurrection 1807, yang memungkinkan militer melakukan penegakan hukum sipil. Dalam pernyataan pada 10 Juni, ia mengancam akan “menghajar lebih keras” demonstran yang menunjukkan “tidak hormat” kepada pasukan, meskipun tidak ada laporan spesifik tentang insiden seperti meludahi petugas.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mendukung Trump, menyatakan pada 8 Juni bahwa Garda Nasional dikerahkan “segera” untuk melindungi agen ICE dan properti federal. Hegseth juga mengancam akan mengerahkan Marinir aktif jika kekerasan berlanjut, menambahkan bahwa pasukan berada dalam “siaga tinggi” di Camp Pendleton. Tom Homan, “czar perbatasan” Trump, membela operasi ICE dalam wawancara dengan CNN pada 10 Juni, menegaskan bahwa razia akan berlanjut meskipun ada protes. Homan juga menanggapi saran bahwa Newsom bisa ditangkap karena menghalangi penegakan imigrasi, tetapi menyatakan bahwa belum ada bukti untuk menjustifikasi penangkapan tersebut.

Dukungan dari Partai Republik

Pejabat Republik seperti Ketua DPR Mike Johnson dan Gubernur Texas Greg Abbott mendukung Trump. Johnson memuji Trump atas “kepemimpinan sejati” dalam “mengembalikan ketertiban,” sementara Abbott mengkritik Newsom karena “berdiri bersama penjahat” yang menyerang agen ICE. Abbott juga mengerahkan Garda Nasional Texas ke San Antonio pada 11 Juni untuk mengantisipasi protes imigrasi, menunjukkan kontras dengan pendekatan California. Kristi Noem, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, menyatakan dalam Face the Nation bahwa Trump memprioritaskan keselamatan masyarakat dan petugas, membandingkan protes Los Angeles dengan kerusuhan 2020 di Minnesota.


Respons Pihak Lain

  Ordem de Trump: Guarda Nacional enfrenta manifestantes ao chegar em Los  Angeles    

Pemerintah Lokal Los Angeles

Wali Kota Los Angeles Karen Bass mengutuk pengerahan militer, menyebutnya sebagai “upaya sengaja” oleh Trump untuk “menciptakan kekacauan” di kotanya. Dalam unggahan di X pada 11 Juni, Bass menegaskan bahwa Los Angeles adalah “kota imigran” dan bahwa tugasnya adalah melindungi semua warga. Bass juga memberlakukan jam malam di sekitar kompleks federal di pusat kota pada 10 Juni setelah bentrokan berulang. Kepala LAPD Jim McDonnell menyatakan pada 9 Juni bahwa departemennya tidak diberi tahu tentang pengerahan Marinir, menyebutnya sebagai “tantangan signifikan” bagi koordinasi penegakan hukum.

Komunitas dan Aktivis

Protes menarik perhatian aktivis hak imigran dan serikat pekerja. David Huerta, seorang pemimpin serikat pekerja yang ditahan selama razia ICE pada 6 Juni, menjadi simbol perlawanan setelah cedera dalam konfrontasi dengan agen federal. Demonstrasi di luar markas FBI di Washington, D.C., pada 9 Juni menuntut pembebasan Huerta, dengan pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan David.” Angelica Salas dari organisasi hak imigran Chirla menyatakan keprihatinan atas kurangnya akses pengacara kepada tahanan, menyebut situasinya “sangat mengkhawatirkan.” American Civil Liberties Union (ACLU) mengumumkan rencana untuk mengajukan gugatan terpisah terhadap administrasi Trump, menyebut pengerahan militer sebagai “penyalahgunaan kekuasaan.”

Politisi Demokrat

Demokrat California seperti Senator Adam Schiff, Senator Alex Padilla, dan Anggota Kongres Gil Cisneros mengutuk tindakan Trump. Schiff menyebut pengerahan militer “dirancang untuk memicu ketegangan,” sementara Padilla menuduh pemerintah federal “menabur kekacauan.” Cisneros menyoroti kontradiksi Trump, yang menolak mengerahkan Garda Nasional selama kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021, tetapi dengan cepat mengerahkan pasukan untuk protes imigrasi. Senator Jack Reed, Demokrat senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat, menyatakan bahwa tindakan Trump “mengancam mengubah situasi tegang menjadi krisis nasional.” Asosiasi Gubernur Demokrat juga mendukung Newsom, menekankan pentingnya menghormati otoritas gubernur atas Garda Nasional.

Komunitas Internasional

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengomentari insiden yang melibatkan jurnalis Lauren Tomasi, menyebut rekaman kejadian itu “mengerikan” dan menyatakan bahwa pemerintahannya telah menghubungi administrasi Trump untuk meminta klarifikasi. Meksiko melaporkan bahwa empat warga negaranya telah dideportasi sejak razia dimulai pada 6 Juni, memicu kekhawatiran diplomatik.


Dampak dan Kontroversi

Dampak pada Los Angeles

Kerusuhan dan pengerahan militer telah meningkatkan ketegangan di Los Angeles, sebuah kota dengan populasi besar keturunan Hispanik dan kelahiran asing. Menurut Reuters, protes telah menyebabkan setidaknya 39 penahanan antara 7–9 Juni, dengan beberapa laporan tentang penggunaan kekerasan oleh polisi dan pasukan federal. Kebakaran kecil dan kerusakan properti dilaporkan, meskipun protes pada 10 Juni sebagian besar lebih terkendali dibandingkan hari sebelumnya. Pengerahan Garda Nasional juga membebani sumber daya negara bagian, menghambat kemampuan California untuk menanggapi keadaan darurat lain, seperti kebakaran hutan atau penegakan hukum di perbatasan.

Kontroversi Politik

Konflik antara Newsom dan Trump menyoroti polarisasi politik di AS. Trump menggunakan protes untuk memperkuat narasinya tentang “musuh dalam” dan “invasi migran,” sementara Newsom memposisikan dirinya sebagai pemimpin perlawanan Demokrat terhadap kebijakan Trump. Menurut The Guardian, pengerahan Garda Nasional dianggap sebagai “fleksibel otoriter” oleh Trump untuk menarik basis pendukungnya, sementara CalMatters berspekulasi bahwa Trump mungkin sengaja memicu kekacauan untuk membenarkan penggunaan Undang-Undang Insurrection di masa depan, seperti yang dilakukan pada 1992 selama kerusuhan Rodney King di Los Angeles dengan persetujuan gubernur saat itu.

Dampak pada Esports dan Komunitas Gaming

Meskipun tidak secara langsung terkait, kerusuhan di Los Angeles terjadi di tengah popularitas game seperti Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile, yang memiliki basis pemain besar di California. Beberapa turnamen esports lokal, seperti kualifikasi regional MPL Season 9, dilaporkan terganggu karena jam malam dan ketidakstabilan di Los Angeles, meskipun tidak ada bukti spesifik yang menghubungkan kerusuhan dengan komunitas gaming.


Perbandingan dengan Preseden Sejarah

Pengerahan Garda Nasional tanpa persetujuan gubernur adalah langkah langka dalam sejarah AS, dengan preseden terakhir pada 1965 selama kerusuhan sipil. Kerusuhan Los Angeles 1992, yang disebut-sebut sebagai perbandingan, berbeda karena Gubernur Pete Wilson saat itu meminta bantuan federal. Menurut BBC, tindakan Trump adalah yang pertama dalam 60 tahun yang mengabaikan otoritas gubernur, menjadikannya pelanggaran signifikan terhadap norma-norma federal-negara bagian. Tidak seperti kerusuhan 1992, yang dipicu oleh ketidakadilan rasial, protes 2025 berpusat pada kebijakan imigrasi, menambah dimensi politik yang kompleks.


Tantangan dan Peluang

Tantangan

  1. Krisis Hukum: Gugatan Newsom menghadapi tantangan di pengadilan federal, di mana hakim harus menyeimbangkan kewenangan presiden dengan kedaulatan negara bagian.

  2. Eskalasi Kekerasan: Pengerahan militer berisiko memperburuk protes, seperti yang diperingatkan oleh analis keamanan nasional Juliette Kayyem dalam CNN Politics.

  3. Krisis Politik: Ketegangan antara Newsom dan Trump dapat melemahkan kerja sama federal-negara bagian untuk bantuan bencana, seperti rekonstruksi pasca-kebakaran Los Angeles Januari 2025.

Peluang

  1. Precedens Hukum: Jika gugatan Newsom berhasil, itu bisa menetapkan batasan yang lebih jelas pada kewenangan presiden untuk memfederalkan Garda Nasional.

  2. Mobilisasi Demokrat: Konflik ini memposisikan Newsom sebagai tokoh nasional dalam perlawanan terhadap Trump, meningkatkan profil politiknya menjelang pemilu 2028.

  3. Kesadaran Publik: Protes telah menyoroti isu hak imigran, mendorong diskusi nasional tentang kebijakan deportasi.


Kesimpulan

Kerusuhan di Los Angeles pada Juni 2025, yang dipicu oleh razia imigrasi ICE dan diperparah oleh pengerahan Garda Nasional serta Marinir oleh Presiden Donald Trump, telah memicu krisis politik dan hukum yang signifikan. Gubernur California Gavin Newsom, didukung oleh Jaksa Agung Rob Bonta, menggugat administrasi Trump atas pelanggaran kedaulatan negara bagian, Konstitusi, dan hukum federal, menuduh Trump menciptakan “krisis buatan” untuk kepentingan politik. Dengan pengerahan hingga 4.000 pasukan Garda Nasional dan 700 Marinir tanpa persetujuan gubernur, tindakan Trump telah memicu perdebatan tentang otoritarianisme, penyalahgunaan kekuasaan militer, dan hak imigran.

Konflik ini menyoroti ketegangan yang mendalam antara pemerintah federal dan negara bagian, dengan implikasi jangka panjang bagi hubungan demokrasi Amerika. Sementara Newsom berjuang untuk mengembalikan kendali atas CalGuard dan mencegah eskalasi lebih lanjut, Trump tetap bersikeras bahwa tindakannya diperlukan untuk “menjaga ketertiban.” Sidang pengadilan pada 12 Juni 2025 akan menjadi titik kritis dalam menentukan hasil hukum, sementara protes yang berlanjut dan responsi masyarakat terus membentuk narasi nasional. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Gubernur California atau sumber berita terpercaya seperti Reuters dan The Washington Post.


Sumber

BACA JUGA: Panduan Lengkap Travelling ke Negara Palau: Petualangan di Surga Pasifik

BACA JUGA: Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Penduduk Negara Palau: Keberlanjutan di Kepulauan Pasifik

BACA JUGA: Seni dan Tradisi Negara Palau: Warisan Budaya Mikronesia yang Kaya