Ketegangan di Los Angeles: Trump Kerahkan 2.000 Garda Nasional
samsguesthouse.com, 11 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pada Juni 2025, Los Angeles, California, menjadi pusat perhatian dunia akibat ketegangan yang meningkat antara pengunjuk rasa dan otoritas federal menyusul operasi penggerebekan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE). Presiden Donald Trump, dalam respons yang kontroversial, memerintahkan pengerahan 2.000 personel Garda Nasional California, diikuti dengan tambahan 2.000 Garda Nasional dan 700 Marinir Amerika Serikat, untuk menangani protes yang dianggapnya sebagai “pelanggaran hukum” (lawlessness). Langkah ini memicu konflik politik yang signifikan dengan Gubernur California Gavin Newsom, yang menyebut tindakan tersebut “tidak konstitusional” dan “sengaja memprovokasi.” Artikel ini menyajikan analisis terperinci, akurat, dan terpercaya tentang peristiwa ini, mencakup latar belakang, kronologi, respons pihak terkait, implikasi hukum, dan dampak sosial-politik, berdasarkan sumber-sumber terverifikasi hingga 11 Juni 2025.
Latar Belakang
Kebijakan Imigrasi Trump
Sejak menjabat kembali pada Januari 2025, Presiden Donald Trump mengintensifkan kebijakan imigrasi yang keras, menargetkan deportasi massal imigran tanpa dokumen dengan tujuan 3.000 penahanan per hari oleh ICE. Los Angeles, dengan populasi signifikan keturunan Latino dan imigran (sekitar sepertiga dari 10,4 juta penduduknya lahir di luar AS menurut data sensus), menjadi sasaran utama operasi ini. Pada Mei 2025, ICE melaporkan penahanan 245 imigran tanpa dokumen dalam seminggu di wilayah Los Angeles, termasuk mereka yang terlibat dalam aktivitas kriminal seperti keanggotaan gang dan perdagangan narkoba. Namun, penggerebekan juga menjaring penduduk legal, memicu ketegangan di komunitas imigran.
Garda Nasional dan Hukum Federal
Garda Nasional adalah cabang militer AS yang berfungsi ganda di tingkat negara dan federal, sering dikerahkan untuk menangani bencana alam, kerusuhan sipil, atau keadaan darurat. Biasanya, gubernur negara bagian meminta pengerahan Garda Nasional, tetapi presiden memiliki wewenang untuk memfederalisasi pasukan ini dalam situasi tertentu berdasarkan Title 10 dari Kode AS atau Insurrection Act 1807. Posse Comitatus Act 1878 umumnya melarang penggunaan militer untuk penegakan hukum domestik, kecuali dalam keadaan luar biasa seperti pemberontakan. Pengerahan Trump pada Juni 2025 menandai penggunaan wewenang federal yang jarang terjadi, terakhir digunakan tanpa persetujuan gubernur pada 1965 oleh Presiden Lyndon B. Johnson untuk melindungi demonstran hak sipil di Alabama.
Konteks Politik California
California, dipimpin oleh Gubernur Demokrat Gavin Newsom, memiliki sejarah ketegangan dengan pemerintahan Trump. Negara bagian ini dikenal sebagai benteng Demokrat dengan kebijakan progresif, termasuk perlindungan bagi imigran melalui undang-undang sanctuary state. Newsom dan pejabat lokal seperti Wali Kota Los Angeles Karen Bass secara terbuka menentang kebijakan imigrasi Trump, menuduhnya memicu ketakutan dan kekacauan di komunitas imigran. Ketegangan ini diperparah oleh defisit anggaran California yang besar, membuat Newsom bergantung pada bantuan federal untuk pemulihan kebakaran hutan, namun tetap vokal menentang langkah-langkah Trump yang dianggap otoriter.
Kronologi Peristiwa
Awal Protes (6–7 Juni 2025)
Protes dimulai pada Jumat, 6 Juni 2025, setelah ICE melancarkan penggerebekan di berbagai lokasi di Los Angeles, termasuk Fashion District, Home Depot di Paramount, dan gudang garmen di pusat kota. Operasi ini menahan setidaknya 44 orang pada hari pertama, beberapa di antaranya dituduh melanggar hukum imigrasi, sementara lainnya adalah penduduk legal. Penggerebekan memicu kemarahan di komunitas Latino, dengan demonstrasi damai di depan Los Angeles Federal Building. Namun, pada Sabtu, 7 Juni, protes di Paramount dan Compton berubah menjadi kekerasan, dengan pengunjuk rasa melemparkan proyektil seperti botol dan batu, serta membakar kendaraan otonom Waymo. Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) dan Departemen Sheriff Los Angeles menggunakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut untuk membubarkan kerumunan.
-
Jumlah Penahanan: Sekitar 29 penahanan oleh LAPD pada Sabtu, dengan tambahan 10 pada Minggu. Departemen Sheriff melaporkan satu penahanan di Paramount, dengan dua petugas terluka ringan.
-
Kerusakan: Sebuah mobil terbakar di Compton, dan kebakaran di pusat perbelanjaan kecil di Paramount berhasil dipadamkan.
Pengerahan Garda Nasional (7–8 Juni 2025)
Pada Sabtu malam, 7 Juni, Trump menandatangani memorandum presiden yang memfederalisasi 2.000 personel Garda Nasional California untuk “melindungi personel dan properti federal” di Los Angeles, dengan alasan “pelanggaran hukum yang diizinkan untuk membusuk” oleh pejabat Demokrat California. Pengerahan ini dilakukan tanpa persetujuan Newsom, menggunakan wewenang Title 10, yang memungkinkan presiden mengambil kendali Garda Nasional untuk misi federal. Sekitar 300 pasukan tiba pada Minggu pagi, 8 Juni, ditempatkan di sekitar gedung federal seperti Edward R. Roybal Federal Building dan pusat penahanan imigrasi.
-
Respons Lokal: Newsom menyebut pengerahan ini “sengaja memprovokasi” dan “pelanggaran kedaulatan negara bagian,” menuduh Trump menciptakan “spektakel.” Wali Kota Bass menegaskan bahwa protes awalnya damai dan menuduh Trump sengaja memicu kekacauan.
-
Eskalasi Militer: Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan bahwa Marinir aktif dari Camp Pendleton siaga tinggi dan dapat dikerahkan jika kekerasan berlanjut, sebuah ancaman yang disebut Newsom sebagai “perilaku gila.”
Eskalasi dan Pengerahan Tambahan (8–9 Juni 2025)
Pada Minggu, 8 Juni, protes meningkat, dengan ribuan pengunjuk rasa memblokir 101 Freeway di pusat kota Los Angeles dan membakar lebih banyak kendaraan otonom. Bendera Meksiko menjadi simbol utama protes, memicu kritik dari pejabat Trump seperti Wakil Presiden JD Vance, yang menyebut pengunjuk rasa sebagai “pemberontak yang mengibarkan bendera asing.” LAPD menggunakan gas air mata dan peluru karet, menahan 27 orang. Pada Senin, 9 Juni, Trump mengesahkan pengerahan tambahan 2.000 Garda Nasional dan 700 Marinir dari Twentynine Palms, menjadikan total pasukan federal di Los Angeles lebih dari 4.000. Marinir dikerahkan untuk mendukung Garda Nasional dalam “melindungi properti federal,” meskipun Trump menegaskan bahwa Insurrection Act belum diaktifkan.
-
Kejadian Penting:
-
FBI menawarkan hadiah $50.000 untuk informasi tentang tersangka yang melempar batu ke kendaraan polisi di Paramount, melukai seorang petugas federal.
-
Kendaraan lapis baja Garda Nasional memblokir jalan di Santa Ana pada Selasa, 10 Juni, sementara penduduk setempat memberikan makanan dan air kepada pasukan.
-
-
Kritik Internasional: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengkritik penggerebekan dan pengerahan militer, menyerukan reformasi imigrasi yang komprehensif daripada kekerasan.
Tindakan Hukum California (9–10 Juni 2025)
Pada Senin, 9 Juni, Newsom dan Jaksa Agung California Rob Bonta mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump, menuduh pengerahan Garda Nasional melanggar Amandemen ke-10 Konstitusi AS, yang melindungi hak negara bagian atas wewenang yang tidak diberikan kepada pemerintah federal. Gugatan ini menyebut pengerahan tersebut “eskalasi yang tidak didukung oleh kondisi di lapangan” dan “tindakan inkonstitusional.” Newsom juga secara resmi meminta Trump untuk mencabut perintah pengerahan, menyebutnya “ilegal dan tidak bermoral.”
-
Argumen Hukum: California berpendapat bahwa Trump melebihi wewenangnya dengan memfederalisasi Garda Nasional tanpa konsultasi gubernur, melanggar prinsip kedaulatan negara bagian.
-
Respons Trump: Trump menolak gugatan tersebut, menyebut Newsom “tidak kompeten” dan mengklaim bahwa Los Angeles akan “hancur total” tanpa intervensinya. Ia juga mengancam menahan Newsom dan Bass atas “penghalangan penegakan imigrasi federal.”
Respons Pihak Terkait
Pemerintahan Trump
-
Tom Homan (Border Czar): Membela pengerahan, menyatakan Garda Nasional diperlukan untuk mendukung penegakan hukum dan “melindungi keselamatan publik.” Homan menuduh Newsom dan Bass menghalangi deportasi “penjahat ilegal.”
-
Karoline Leavitt (Juru Bicara Gedung Putih): Menyebut pengerahan sebagai “penting untuk menghentikan invasi penjahat ilegal,” menuduh pejabat Demokrat California “lalai dalam melindungi warga.”
-
Pete Hegseth (Menteri Pertahanan): Mengancam mengerahkan Marinir aktif, menyatakan bahwa pasukan di Camp Pendleton siaga tinggi.
-
Stephen Miller (Penasihat Gedung Putih): Menyebut pengunjuk rasa sebagai “warga asing yang memberontak,” memicu kontroversi atas narasi anti-imigran.
Pejabat California
-
Gavin Newsom (Gubernur): Menuduh Trump bertindak seperti “diktator” dan menciptakan krisis untuk membenarkan eskalasi militer. Newsom menyerukan protes damai dan menggugat pemerintahan Trump.
-
Karen Bass (Wali Kota Los Angeles): Menyebut pengerahan sebagai “upaya sengaja untuk menciptakan kekacauan,” menegaskan bahwa LAPD mampu menangani protes tanpa intervensi federal.
-
Adam Schiff (Senator): Mengutuk pengerahan sebagai “dirancang untuk memicu ketegangan dan kekacauan.”
Komunitas dan Organisasi
-
Coalition for Humane Immigrant Rights of Los Angeles (CHIRLA): Direktur Eksekutif Angelica Salas menyebut kurangnya akses pengacara ke tahanan pada Jumat “sangat mengkhawatirkan.” CHIRLA menyerukan penghentian penggerebekan.
-
American Civil Liberties Union (ACLU): Mengutuk pengerahan Marinir, menyebutnya “eskalatoris dan inflamasi.” Direktur Proyek Keamanan Nasional ACLU, Hina Shamsi, mempertanyakan pelatihan Marinir untuk menangani protes sipil.
-
Garment Worker Center: Mengadakan seminar “kenali hak Anda” pada Sabtu, 7 Juni, untuk mendukung pekerja garmen yang rentan terhadap penggerebekan.
-
Party for Socialism and Liberation: Mengorganisir unjuk rasa di depan Balai Kota Los Angeles pada Minggu, menyerukan penghentian operasi ICE.
Komunitas Internasional
-
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum: Mengkritik penggerebekan dan pengerahan militer, menyerukan dialog untuk reformasi imigrasi daripada kekerasan.
-
Media Internasional: Outlet seperti BBC dan Reuters melaporkan peristiwa ini sebagai eskalasi signifikan dalam kebijakan imigrasi Trump, menyoroti ketegangan politik AS-California.
Implikasi Hukum
Title 10 vs. Insurrection Act
Trump menggunakan Title 10 untuk memfederalisasi Garda Nasional, yang memungkinkan presiden mengambil kendali pasukan negara bagian untuk misi federal seperti melindungi properti federal. Namun, Title 10 membatasi Garda Nasional untuk tidak melakukan penahanan imigrasi langsung, hanya mendukung operasi ICE. Penggunaan Insurrection Act akan memungkinkan militer melakukan penegakan hukum sipil, tetapi Trump menegaskan bahwa situasi belum mencapai level “pemberontakan,” meskipun menyebut pengunjuk rasa sebagai “pemberontak.” Pakar hukum seperti Steve Vladeck (Georgetown) dan Elizabeth Goitein (Brennan Center) memperingatkan bahwa eskalasi ke Insurrection Act dapat memicu krisis konstitusional, terutama jika Garda Nasional melebihi peran terbatas mereka.
Amandemen ke-10 dan Gugatan California
Gugatan California berargumen bahwa pengerahan melanggar Amandemen ke-10, yang memberikan wewenang kepada negara bagian atas urusan tidak didelegasikan kepada pemerintah federal. Newsom menyebut pengerahan sebagai “tindakan inkonstitusional” karena dilakukan tanpa konsultasi gubernur. Namun, wewenang presiden berdasarkan Title 10 memberikan dasar hukum yang kuat, meskipun jarang digunakan tanpa persetujuan negara bagian. Hasil gugatan ini dapat menetapkan preseden penting untuk hubungan federal-negara bagian dalam krisis sipilikan.
Posse Comitatus Act
Posse Comitatibus Act melarang penggunaan militer untuk penegakan hukum domestik kecuali diizinkan oleh undang-undang seperti Insurrection Act. Pengerahan Marinir aktif menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pelanggaran, meskipun Pentagon menegaskan bahwa Marinir hanya akan mendukung Garda Nasional dalam peran terbatas. Pakar hukum memperingatkan bahwa perluasan peran militer dapat memicu tantangan hukum lebih lanjut.
Dampak Sosial dan Politik
Komunitas Imigran
Penggerebekan dan pengerahan militer memicu ketakutan di komunitas imigran Los Angeles, terutama di kalangan pekerja garmen dan pedagang kaki lima yang rentan. Banyak yang menghindari tempat kerja, gereja, dan klinik kesehatan karena takut ditahan. Organisasi seperti CHIRLA dan Garment Worker Center melaporkan peningkatan permintaan informasi tentang hak-hak imigran. Bendera Meksiko yang dikibarkan dalam protes menjadi simbol perlawanan, tetapi juga memicu narasi xenofobia dari pejabat Trump, memperdalam polarisasi.
Polarisasi Politik
Peristiwa ini memperlebar jurang antara pemerintahan Trump dan Demokrat California. Newsom dan Bass menggunakan protes untuk menggalang dukungan anti-Trump, sementara Trump memanfaatkan kekacauan untuk memperkuat basis pendukungnya dengan narasi “hukum dan ketertiban.” Polling CBS News/YouGov pada awal Juni 2025 menunjukkan 54% orang Amerika mendukung kebijakan deportasi Trump, tetapi hanya 39% menyetujui penanganan inflasinya, menunjukkan bahwa imigrasi tetap menjadi isu yang mempolarisasi.
Esports dan Media
Media sosial, terutama X, menjadi platform utama untuk menyebarkan informasi dan opini tentang protes. Postingan dari akun seperti @kompascom dan @Ben3atha melaporkan pengerahan Garda Nasional, sementara @blue_berets7 menyoroti eskalasi militer. Namun, narasi di X bercampur dengan klaim yang tidak terverifikasi, seperti tuduhan “penjarahan massal” yang tidak didukung oleh laporan resmi. Media mainstream seperti BBC, Reuters, dan NPR memberikan liputan yang lebih terverifikasi, tetapi sering kali mencerminkan bias editorial masing-masing.
Kritik dan Kontroversi
-
Eskalasi Militer: Kritikus, termasuk ACLU dan Newsom, menyebut pengerahan militer sebagai “berlebihan” untuk protes yang relatif kecil (diperkirakan 600–1.000 pengunjuk rasa), dibandingkan dengan kerusuhan besar seperti Rodney King 1992 yang melibatkan 10.000 pasukan. Jenderal (Purn.) Enyart mempertanyakan ancaman yang dibenarkan oleh pengerahan, menyebutnya sebagai pengalihan dari isu lain seperti rancangan pajak Trump.
-
Respons Polisi: LAPD dikritik oleh ICE karena respons yang lambat pada Jumat, tetapi LAPD membantah, menyatakan bahwa penggunaan iritan kimia oleh federal agen memperlambat tindakan mereka.
-
Narasi Pemberontakan: Penggunaan istilah “insurrectionist” oleh Trump dan Vance untuk pengunjuk rasa memicu tuduhan xenofobia, terutama karena menargetkan komunitas Latino.
-
Transparansi: Kurangnya komunikasi dari ICE tentang tahanan memicu kekhawatiran dari organisasi hak asasi manusia, dengan CHIRLA melaporkan bahwa pengacara tidak memiliki akses ke klien mereka.
Perbandingan Historis
Pengerahan Garda Nasional di Los Angeles memiliki preseden, tetapi konteksnya berbeda:
-
Kerusuhan Rodney King 1992: Gubernur Pete Wilson meminta 10.000 Garda Nasional dan 2.000 federal pasukan untuk menangani kerusuhan yang jauh lebih besar, dengan 63 kematian dan kerusakan luas. Pengerahan ini atas permintaan negara bagian, berbeda dengan tindakan unilateral Trump.
-
Protes George Floyd 2020: Newsom meminta Garda Nasional untuk menangani protes di Los Angeles, menunjukkan bahwa pengerahan biasanya dilakukan dengan persetujuan gubernur.
-
Alabama 1965: Presiden Lyndon B. Johnson memfederalisasi Garda Nasional tanpa persetujuan Gubernur George Wallace untuk melindungi demonstran hak sipil, sebuah tindakan yang dianggap membela daripada menindas.
Pengerahan Trump pada 2025 unik karena dilakukan tanpa permintaan negara bagian dan dalam konteks protes yang relatif terbatas, memicu debat tentang wewenang presiden dan kedaulatan negara bagian.
Prospek Masa Depan
-
Gugatan Hukum: Hasil gugatan California dapat membentuk preseden untuk batas-batas wewenang presiden atas Garda Nasional. Jika pengadilan mendukung Trump, hal ini dapat memperluas kekuasaan eksekutif dalam krisis domestik.
-
Eskalasi Protes: Protes tambahan direncanakan di kota lain seperti Austin dan Dallas, menunjukkan potensi penyebaran ketegangan imigrasi secara nasional.
-
Kebijakan Imigrasi: Target deportasi Trump yang ambisius kemungkinan akan terus memicu perlawanan dari negara-negara sanctuary seperti California, memperdalam polarisasi politik.
-
Hubungan Federal-Negara Bagian: Konflik ini dapat melemahkan kerja sama antara California dan pemerintah federal, terutama dalam isu seperti bantuan bencana dan pendanaan infrastruktur.
Kesimpulan
Ketegangan di Los Angeles pada Juni 2025, yang dipicu oleh penggerebekan imigrasi ICE dan pengerahan 2.000 Garda Nasional serta 700 Marinir oleh Presiden Donald Trump, mencerminkan perpecahan mendalam dalam politik AS terkait imigrasi, kedaulatan negara bagian, dan wewenang federalisme. Langkah Trump, yang dilakukan tanpa persetujuan Gubernur Gavin Newsom, memicu gugatan hukum, kritik internasional, dan protes yang meningkat, dengan dampak signifikan pada komunitas imigran dan hubungan federal-politik negara bagian. Meskipun pemerintahan Trump membela pengerahan sebagai upaya untuk menegakkan hukum, pejabat California dan organisasi hak asasi manusia menyebutnya sebagai eskalasi yang tidak perlu dan inkonstitusional. Peristiwa ini, yang menarik perhatian global, menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan keamanan nasional, hak asasi manusia, dan otonomi lokal, dengan implikasi jangkauan jauh untuk masa depan kebijakan imigrasi dan tata kelola AS. Untuk pembaruan lebih lanjut, pantau sumber resmi seperti situs pemerintah, BBC, Reuters, atau komunitas terverifikasi di platform seperti X.
BACA JUGA: Panduan Lengkap Travelling ke Negara Palau: Petualangan di Surga Pasifik
BACA JUGA: Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Penduduk Negara Palau: Keberlanjutan di Kepulauan Pasifik
BACA JUGA: Seni dan Tradisi Negara Palau: Warisan Budaya Mikronesia yang Kaya
